Manusia Dan Keindahan
Nama: Muhammad Faisal Ramadhan
Kelas: 1TA05
NPM: 14315567
Ilmu Budaya Dasar
Pengertian Keindahan
Arti kata keindahan
yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik,
elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan
identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran.
Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada
prinsipnya tidak indah.Keindahan atau keelokan merupakan
sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan
pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,
cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari
estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang
ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan
dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum”
Akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa
Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan
Italy dan Spanyol ”beloo”. Kata benda Yunani klasik untuk
“keindahan ” adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk “indah”
itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata
sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti “jam.”
Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan “berada di jam
(waktu) yang sepatutnya.”
Hakikat Dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau
pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah
kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan
(balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa
keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara
pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos
mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3,
yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan
sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman
estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut
benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk
dan warna
Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah
kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama
yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak
mengandung kebenaran tidak indah.
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat
atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam
atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang
akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya
“Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat
bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni karena manusianya
menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat
bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan
nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat
bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang
objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan
antara subjek manusia dan objek substansi.
Membedakan keindahan sebagai kualitas abstrak dan sebagai
suatu benda.
Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak (Beauty as an
abstract quality) menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat
nonrealistic di mana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa
dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita. Keindahan sebagai
kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan di mana
keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang
yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya.
Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah
adalah keindahan yang memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan
kualitas abstrak di mana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang
mewakili keindahan secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami
oleh masyarakat.
Contoh keindahan dalam bentuk benda:
Pengertian
keindahan seluas – luasnya
Dalam artian luas, pengertian ini masih diambil dari bangsa
yunani yang didalamnya mencakup pula kebaikan. Menurut beberapa ahli antara
lain :
Plato mengatakan bahwa watak yang indah adalah hokum yang
indah.
Aristoteles mengatakan bahwa keondahan merupakan sesuatu
yang selain baik juga menyenangkan.
Plotinus menuliskan dalam bukunya tentang ilmu yang indah
dan kebijakan yang indah.
Dari beberapa ahli tersebut, bangsa Yunani tetap mengatakan
bahwa keindahan adalah sesuatu ilmu dan ada yang indah dan akan terus
berlangsung.bangsa yunani lebih berbicara tentang arti keindahan dalam arti
estetik yang disebut sebagai ‘symmetria” untuk keindahan yang berdasarkan
penglihatan semata dan harmonia untuk keindahan yang berdasarkan pendengaran.
Keindahan Seni : Seni sering sekali menjadi penghubung
keindahan agar bisa dinikmati oleh pengamat objeknya. Seseorang paling dominan
menikmati keindahan itu lewat seni.
Keindahan Alam : Keindahan yang ada di sekitar kita,
keindahan yang dapat dinikmati dengan mengamati pemandangan yang menakjubkan
dari lingkungan sekitar kita.
Keindahan Moral : Keindahan yang terwujud dari sikap dan
perilaku baik yang dilakukan manusia dengan ikhlas.
Keindahan Intelektual : Keindahan berdasarkan ilmu
pengetahuan
Pengertian
nilai estetik
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup
dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali
dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau
kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences
diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
“The belived capacity of any object to satisfy a human
desire, The qualifty of any object which causes it to be on interest to an
individual or a group”. (kemampuan yang
dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu
keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebababkan menarik minat
seseorang atau sesuatu golongan).
Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu
realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena
terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh
orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif
dan nilai objektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai
kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan
nilai instrinsik.
Membedakan
pengertian nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik.
Nilai Instrinsik
Setiap objek mengandung kualitas tertentu, kualitas atau
nilai demikian disebut dengan nilai intrinsik. Jadi, nilai intrinsik adalah
nilai yang berdiri sendiri.
Nilai Ekstrinsik
Merupakan suatu nilai susila yang harus dihubungkan dengan
hal-hal lain diluar tindakan itu yakni konsekuensi atau akibat dari tindakan
tersebut.
Membedakan
kontemplasi dan ekstansi.
Kontemplasi adalah perasaan yang ada berdasar dari dalam
diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah, membuat sesuatu yang
memiliki daya tarik untuk mengungkapkan suatu keindahan dari benda terserbut.
Ekstansi adalah perasaan yang ada berdasar dari dalam diri manusia untuk
menyatakan, merasa, dan menikmati sesuatu yang sudah ada yang mereka anggap
indah.
Teori-teori
renungan.
Teori Pengungkapan : Dalil dari teori ini ialah
bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan
dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf
Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan
kedalam bahasa Inggris;
Teori Metafisik : Merupakan salah
satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya
untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.
Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus
segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang
dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya;
Teori Psikologis : Salah
satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller
(1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y
menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya
kelebihan energi yang harus dikeluarkan.
Teori-teori
keserasian.
Teori Objektif dan Teori Subjektif : Teori Objectif
menyatakan bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika
adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan.Pendukung
teori objectif salah satunya adalah Plato, Hegel. Teori Subjectif menyatakan
bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada
hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah
Henry Home, Earlof Shaffesburry;
Teori Perimbangan : Dalam arti yang terbatas yakni secara
kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang
subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak
ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan
pengungkapan perasaan.
Komentar
Posting Komentar