Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdiaan
Nama:
Muhammad Faisal Ramadhan
Kelas:
1TA05
NPM:
14315567
Ilmu
Budaya Dasar
.
Pengertian tangung jawab dan makna tanggung jawab
Pengertian tangung jawab dan makna tanggung jawab
Tanggung jawab adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga
bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban
menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab
dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajiban. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian
kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.
Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa
tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawabitu dapat dilihat dari dua
sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain.
Dari sisi si pembuat ia harus menyadari
akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan
ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau
bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual
maupun dengan cara kemasyarakat. Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah
kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan
pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai
pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk
kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain
Sebagai manusia yang mempunyai nilai dan
harga diri (ciri-ciri manusia modern) seseorang dituntut untuk memiliki rasa
tanggungjawab akan apa yang telah dilakukannya. Walaupun seseorang itu berada
dalam masyarakat tradisional (Gemeinschaft) dia dituntut untuk memiliki
sebentuk tanggung jawab seperti seorang kepala suku yang diharuskan untuk
mengorganisir perluasan wilayah untuk perburuan, mengkoordinasi warga dalam
menghadapi kelompok lain, memimpin perburuan dan sebagai ketua peradilan untuk
menyelesaikan konflik antar warganya menurut adat dan norma-norma kesukuannya.
2. Macam – macam
tanggung jawab
1.
Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri
menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam
mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa
memeyahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat
dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi.
Karena merupakan seorang pribasi maka
manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri.
Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat
dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan,
baik yang sengaja maupun yang tidak.
–
Contoh
Apabila kita berjanji kepada diri sendiri
untuk merubah tingkah laku kita yang buruk, kita harus menepati janji tersebut,
karena dengan menepati janji tersebut berarti kita bertanggung jawab terhadap
diri sendiri.
2.
Tanggung Jawab terhadap Keluarg
Keluarga merupakan masyarakat kecil.
Keluarga terdiri dari suami, isteri, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain
yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab
kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi
tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
–
Contoh :
Sebagai kepala keluarga, seorang ayah harus
bertanggung jawab kepada keluarganya untuk memberi nafkah. Selain itu seorang
ayah juga harus bertanggung jawab untuk membimbing keluarganya.
3. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup
tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial.
Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia
lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang
tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar
dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala
tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
–
Contoh :
Seorang ketua RT/RW harus bertanggung jawab
kepada warganya. Apabila terjadi perselisihan antar-warga, harus cepat
ditangani dan jangan lepas tangan atas kejadian yang terjadi dalam masyarakat
3. Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa
pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih
sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja
keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada
keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai
berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja Pengabdian kepada
agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para
biarawan dan biarawati.
Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang
terjun diladang Tuhan karena kesadaran moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka
meninggalakan keluarga dan tidak akan berkeluarga. Pengabdian terhadap negara
dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negri yang
bertugas menjaga mercu suar di pulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya
hidup terpencil dari masyarakat ramai. Sementara itu setiap hari tiupan angin
kencang dari laut tidak pernah berhenti, apalagi bila terjadi badai. Mereka
bersunyi diri dalam pengabdian diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang.
Kesenangan yang dapat dirasakan oleh pegawai negri dikota tidak dapat
dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka memperoleh cuti.
Pengabdian dapat juga diartikan sebagai
pilihan hidup seseorang apakah ingin mengabdi kepada orangtua, kepada agama dan
Tuhan ataupun kepada bangsa dan negara dimana pengabdian akan mengandung unsur
pengorbanan dan kewajiban untuk melakukannya yang biasanya akan dihargai dan
tergantung dari apa yang diabdikannya. Sebagai contoh, bila orang tua mengabdi
untuk mengasuh anak-anaknya berkemungkinan besar nanti anak-anaknya akan
berbakti juga kepada kedua orangtuanya, biarawan/wati yang mengabdi kepada
agama dan Tuhannya nantinya akan dibalas amalannya di surga, ataupun pengabdian
seorang pegawai negeri pada bangsa dan negaranya biasanya akan diberi semacam
penghargaan atau tanda jasa dari negara yang bersangkutan.
4. Macam – macam
pengabdian
Pengabdian terhadap Tuhan yang mahaesa :
Penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan
dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.
Pengabdian kepada masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan
hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian
melakukan pengabdian juga pengorbanan.
Pengabdian kepada raja
Suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada
rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi.
Pengabdian kepada negara
Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung
jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan
bangsa.
Pengabdian kepada harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa
harta yang menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi
harta.
5. Contoh-contoh
pengabdian dalam kehidupan
Contoh Pengabdian :
Seorang guru di suatu desa terpencil harus
menempuh perjalanan lebih dari 3 jam melewati sungai dan bukit-bukit yang tidak
mudah untuk mengemban tugasnya mengajar di sebuah sekolah yang bahkan tidak
memiliki banyak murid, namun guru itu tetap mengajar meskipun harus melewati
usaha yang berat dalam mencapai sekolah.
6.
Pengtia Pengorbanan
Pengorbanan adalah pemberian yang didasarkan atas
kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan merupakan akibat
dari pengabdian. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada
perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada
perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian. Dalam
pengadian selalu dituntut pengorbanan, tapi belum tentu pengorbanan menuntut
pengabdian.
7. Macam – Macam Pengorbanan :
1. Pengorbanan harta benda
2. Pengorbanan pikiran
3. Pengorbanan perasaan
4. Pengorbanan tenaga
8. Contoh Pengorbanan :
Contoh yang paling sederhana dan paling
sering kita rasakan adalah pengorbanan dari kedua orang tua kita. Orang tua
kita rela mengorbankan apapun untuk anaknya, termasuk nyawa mereka sekalipun.
Apapun yang mereka punya akan mereka berikan asal itu bisa berguna bagi
anaknya. Mereka bekerja banting tulang semata-mata hanya untuk memenuhi
kebutuhan anak – anaknya, agar anak – anaknya bisa tersenyum dan bahagia. Rasa
kasih sayang dan cinta yang mereka curahkan tak pernah ada habisnya. Mereka
melakukan semua itu agar anak nya tumbuh menjadi putra putri yang bisa
dibanggakan. Namun, kita sering lupa dan lalai akan betapa besarnya pengorbanan
kedua orang tua kita ini. Maka dari itu, sayangilah orang tua kalian
sebagaimana mereka menyayangi kita sejak kecil dan jangan sekali-kali melupakan
betapa besarnya pengorbanan mereka.
Sumber:
Komentar
Posting Komentar