Penggunaan Tuned Mass Damper Untuk Beban Gempa Pada Struktur Bangunan (Universitas Gunadarma Review)


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, Pertama2 mari kita panjatkan puji syukur kehadirat tuhan yg maha esa atas nikmatnya , Selamat datang di blog saya, saya kali ini ingin menjelaskan dan mereview tentang bagaimana suatu teknologi dalam meredam gempa, pertama tama kita harus mengerti apa itu Redaman Redaman itu sendiri yaitu suatu fenomena yang ada dalam setiap struktur, fenomena tersebut dapat mengurangi getaran yang disebabkan oleh kekuatan eksternal untuk diterapkan sistem struktur.
 Nah berbagai jenis peredam telah dikenal salah satunya yaitu Tuned Mass Damper (TMD) dimana sistem ini menerapkan konsep kontrol pada struktur. Tulisan ini juga menyajikan studi efektifitas TMD yang dipasang pada struktur gedung bangunan tinggi. Pemasangan TMD pada struktur biasanya  pada bangunan-bangunan tinggi dengan berbentuk bujur sangkar. Oleh karena itu akan dikaji efektifitas pemakaian TMD bila digunakan pada bangunan tinggi bisa dengan layout berbentuk ″U″.
Lalu kita harus memahami Respons struktur yang di pelajari yaitu gaya dalam, deformasi dan perioda dari struktur tanpa dan dengan TMD pada bangunan 40 lantai. Massa TMD ditetapkan sebesar 1%, 2%, dan 3% dari massa struktur utamanya. Tipe TMD dibagi 2 (dua), terdiri dari 1 TMD (Single TMD) dan 2 TMD (Multi TMD) yang diletakkan di lantai paling atas bangunan gedung. Hasil studi ini menunjukkan bahwa umumnya respons struktur dapat teredam oleh TMD dan penggunaan Single TMD lebih efektif dari pada Multi TMD pada bangunan tinggi tersebut.
        Tidak sampai situ saja kita memahaminya, kita pun harus memahami bagaimana Nilai redaman pada struktur akan berhubungan dengan elemen apa dan bagaimana mereka berkumpul satu sama lain dalam sistem struktur. Berbagai jenis peredam telah dikenal sehubungan dengan fungsi mereka, yaitu peredam pasif dan aktif. Di bidang peredam pasif, salah satunya adalah TMD (Tuned Mass Damper).

          Ide dasar TMD tersebut juga dijelaskan secara teoritis oleh Den Hartog. Andaikan terdapat suatu sistem massa-pegas menerima gaya harmonis, lalu kepada sistem itu ditambahkan sistem getaran lain (osilator) dengan massa md dan konstanta pegas kd yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan sistem utamanya. Jika frekuensi alami dari osilator itu, √(kd/md), diatur sedemikian rupa sehingga sama dengan frekuensi getar dari gaya harmonis, maka dapat diperlihatkan secara teoritis bahwa massa utama menjadi tidak bergetar sama sekali. Pengaturan frekuensi osilator umumnya dilakukan dengan menyesuaikan massa osilator sehingga disebut tuned mass damper.

Bisa ditarik kesimpulan juga yaitu: 
1. Secara umum TMD mampu mereduksi respon struktur seperti deformasi dan gaya dalam (gaya geser dan momen).
2.Pada penggunaan Single TMD, semakin besar massa TMD tersebut maka akan semakin mereduksi respon struktur yang terjadi.
3.Pada penggunaan Multi TMD, semakin besar massa TMD tersebut maka akan semakin mereduksi respon struktur yang terjadi.

Gambar ini mendeskripsikan sistem struktur - TMD secara skematis. Suatu struktur gedung dimodelkan sebagai sistem berderajat kebebasan tunggal dengan massa M1, konstanta redaman C1, dan konstanta pegas K1, yang masing-masing berarti massa, redaman, dan kekakuan yang berhubungan dengan ragam getar pertama dari gedung itu.





  
                            2. https://www.youtube.com/watch?v=lhNjfNUOUo8

Nama : Muhammad Faisal Ramadhan
NPM : 14315567
Kelas : 4TA02
Dosen Pengajar : I Kadek Bagus Widana Putra
Nama Jurusan : Teknik Sipil
Kampus : Universitas Gunadarma

                      2. https://ftsp.gunadarma.ac.id/sipil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

METODE BIG M

Tugas 4 Aspek Penataan Ruang dan Perijinan untuk melaksanakan Proyek Pembangunan (12)